Minggu, 06 September 2020

Review Lampu TAKO Halogen 35/35W MX King tahun 2016

 Hai sobat motor !

Kali ini saya akan membagikan hasil review saya yaitu Lampu TAKO Halogen 35/35W 
dengan kaca kuarsa biru. Jadi ceritanya habis dari Lenteng Agung terus pulang lewat
RTM Kelapa Dua, Depok. Pas lewat perumahan duta yang gak ada lampu jalanan,
kok gelap banget. Ternyata lampu halogen bawaan pabrikan mati total euy...
Terus cari-cari bengkel disekitar perumahan, akhirnya dapet yang jual lampu halogen.
Itu juga tinggal satu stoknya. Oke langsung action !



Pertama lihat fisiknya "kok kacanya biru ?" tapi karena kondisi darurat, apalagi sering-
lewat jalanan yang banyak patroli, ya udah pasang aja.
Lalu si opung-nya(yang punya bengkel) melepas 3 baut terluar pakai kunci L, buka-
body-nya agak susah karena berbentuk sambungan ala Tazos plus body yang agak 
ringkih. Yah motor jaman sekarang emang dominan plastik plus semakin mengurangi-
sambungan yang menggunakan baut, biar irit produksi gitu. Ternyata dibalik body -
masih ada dua baut berbentuk kembang, oke kita lepaskan. Copot dudukan lampu,
akhirnya lampu bawaan dilepaskan. Oke kita pasang lampu yang baru, ets hati-hati
jangan sampai kacanya dipegang langsung sama tangan karena kotoran pada kaca
lampu halogen menyebabkan bagian kaca yang kotor akan menghitam dan merusak
lampu halogen. Kita nyalakan dulu motor, dan Lampu yang Baru menyala, YES.
Oke kita pasang lagi baut dan body-nya. "Berapa pung ?", "60 ribu". Wow mahal
banget kayaknya. Tapi karena sudah dipasang ya sudahlah, lagi pula juga disko darurat.
Cari di internet ternyata harga Lampu Halogen TACO di OnlineShop Rp 22.000 - 35.000,-
plus Ongkir Rp 10.000,- wah selisih 50%. Tapi kalo dipikir2 yah daripada pasang sendiri
mana susah banget bongkar pasangnya yo wes lah Ikhlasin saja.

Pas pertama kali pakai, ternyata sinar yang keluar berwarna Putih Kekuningan, bukan
biru seperti ekspektasi awal pas lihat kacanya. Mantap lah warnyanya Putih Kekuningan
dibanding halogen bawaan pabrikan yang Kuning Keputihan, jadi terasa lebih terang plus
objek didepan jadi lebih jelas. Tapi saya kecewa karena dua hari pertama nyalanya redup.
Lalu hari ketiga lampunya terlihat lebih terang dari sebelumnya tapi masih kurang puas.
Hari ketujuh akhirnya lampu menyala dengan terang yang maksimal.

Lampu Halogen Bawaan Pabrikan 35/35W (MX King 2016)

Lampu TAKO Halogen 35/35W Temp. Colour 5000K.

Nah terlihatkan pebedaan antara Lampu TAKO dengan Lampu Bawaan Pabrikan pada gambar.

Untuk lampu bawaan pabrikan umur pakai untuk lampu dekat (low beam) 37.891 km sementara
lampu jauhnya (high beam) 20.271 km. Untung lampu tembaknya yang modar duluan, kalau
lampu dekatnya duluan waduh hamsyong kalo pas malam kasian pengendara dari arah berlawanan.

Oke itu dia penjelasan dari saya, jangan lupa pakai masker kalo keluar rumah, cari masker yang
nyaman supaya aktifitas tidak terganggu karena masker yang nggak nyaman.

Sekian dan sampai jumpa...

Jumat, 28 Februari 2020

Review Oli Rantai KIT Motors Vs Carerra Vs Mega Cools Motor Chain Lube

Hai sobat Otomotif...
Kali ini saya akan mereview tiga merek Oli Rantai Motor (Chain Lube).
Langsung saja...

A. KIT Motors Chain Lube
     Merk KIT Motor Chain Lube memang  sudah tidak asing lagi bagi telinga biker
     di indonesia.
     Dari segi kemasan, KIT yang paling keren dari semua merek sejauh yang saya temui.

     Kelebihan :

  1. Kualitas perlindungan terhadap debu adalah Baik (8 dari 10).
  2. Cairan yang menyemprot ke velg akibat putaran tinggi minim (7 dari 10).
  3. Mudah didapat di minimarket maupun supermarket.
  4. Tersedia cantelan untuk menaruh Sedotan.
  5. Sangat Efektif melindungi dan menghilangkan karat.
  6. Anti Friksinya bekerja dengan Baik.

    Kekurangan :

  1. Tergolong mahal karena dengan harga Rp 25.000,- isi hanya 110 ml.
  2. Cepat kering untuk pemakaian harian sehingga perlu semprot seminggu sekali untuk cuaca kering.
  3. Tidak tahan air sehingga tidak cocok untuk pemakaian dimusim hujan / medan basah.

    Kesimpulan :
    KIT Motors Chain Lube cocok untuk motor yang jarang dipakai dan berperforma cukup tinggi
    seperti Ninja 250.


B. Mega Cools Motor Chain Lube
     Pertama kali kenal merek ini di Alfamart, waktu itu lagi diskon dari 30rb jadi 23rb
     dengan isi 300 ml. Selain Chain Lube, Mega Cool juga menjual Penetrant.

     Kelebihan :

  1. Harga murah, isi lebih banyak dibanding merek lain.
  2. Dapat digunakan untuk melumasi part lain selain rantai (multifungsi).
  3. Cukup encer sehingga mudah meresap ke celah-celah sempit.
  4. Mudah didapat di minimarket.

     Kekurangan :

  1. Kualitas perlindungan terhadap debu kurang (5 dari 10).
  2. Musim hujan mudah kering.
  3. Kurang melindungi dari karat.
  4. Pemakaian jangka panjang menyebabkan penumpukan debu dirantai sehingga rantai perlu dibersihkan dengan penetrant.
  5. Lebih cocok untuk melumasi part-part yang tidak bekerja pada performa tinggi misal kabel kopling, engsel, tuas kopling, FootStep, gembok.
  6. Tidak ada cantelan untuk sedotan.
     Kesimpulan :
     Namanya Chain Lube tapi nggak maksimal buat rantai.


C. Carrera Motors Chain Lube
     Merek ini cukup dikenal oleh bikers indonesia. Merek ini lebih dikenal sebagai versi murah
     KIT Motor. Harga Rp 20.000,- dengan isi 200 ml.

     Kelebihan :

  1. Kualitas perlindungan terhadap rantai cukup baik (7 dari 10).
  2. Mudah didapat di minimarket maupun supermarket.
  3. Harga lebih murah dari KIT, isi lebih banyak dari KIT.
  4. Efektif melindungi dari karat.
  5. Cukup efektif membersihkan dari karat.
  6. Tersedia cantelan untuk sedotan.
  7. Fitur penetrant(pembersih) bekerja efektif. Hal ini terlihat saat rantai disemprot agak banyak sehingga kelebihan Oli Rantai menetes dengan warna hitam pekat.
  8. Tahan lama, cukup semprot dua minggu sekali di musim kemarau.

      Kekurangan :

  1. Kualitas perlindungan dari debu tidak sebaik KIT Motors.
  2. Musim hujan sedikit lebih cepat kering sehingga perlu disemprot 10 hari sekali.
  3. Sedikit encer sehingga sebagian cairan menyemprot ke velg bersama dengan kotoran rantai.

       Kesimpulan :
       Carerra Motor Chain Lube paling cocok untuk Motor Harian namun dengan cacatan lintasan
       yang dilalui dominan aspal. Saya belum mengujinya untuk yang sehari-hari melewati
       medan off road karena medan off road butuh pelumas yang super awet dimana
       sepengalaman teman saya dikasih oli mesin saja seminggu rantai sudah kering.

BACA JUGA :
Review 4 Tahun Pemakaian MX KING
Review Ban Dunlop vs Zeneos with MX King

Kamis, 28 November 2019

Review 4 Tahun Pemakaian MX KING

Hai apa kabar pecinta otomotif  ? (Kalau OTOLovers udah ada yg punya, hehehe...)
Udah satu setengah tahun nggak nulis Blog, jadi lupa gimana cara nulis Blog yang baik.
Dan salut buat yang bisa terus konsisten ngeBlog apalagi Vlog, saya blm bisa seperti mereka.

Kali ini saya akan membahas bagaimana 4 tahun pemakaian MX King. Cek It Out !
Awalnya ane pake Revo keluaran 2008 (yang knalpotnya Chrom Metalic), itu juga punya bokap jadi jarang2 pakai-nya. Berhubung badan rada bongsor, jadi kurang tarikannya kalo nanjak pake Revo. Sempat tertarik sama Yamaha Scorpio, tapi sayang waktu itu mau discontinue. Terus beralih ke Honda Blade, tapi urung karena merasakan punya temen beberapa tahun pakai, beberapa part terasa mulai ringkih. Lalu muncullah desas-desus Jupiter MX 150. Setelah membaca Spesifikasi dan Review dari Blogger dan Website Berita Otomotif, akhirnya bulat mengambil MX King.



Pertama pakai kagok karena jarang pakai kopling plus cara mengganti gigi yang dicungkil. Dua bulan pakai akhirnya lancar juga ngopling. Jelas senang banget karena tenaga dan tarikan cukup besar, biarpun masih kalah sama Vixion. 2 bulan Pemakaian impressi yang didapat mesin terasa mudah panas, kecepatan diatas 60km/jam getaran mesin terasa besar, ketika pemakaian oli mencapai 800km mesin terasa kurang nyaman. Lalu ane coba cari solusinya di blogger dan ane putuskan untuk mengganti oli dari Yamalube Sport menjadi Yamalube Super Sport. Pertama pakai oli YSS, n terasa jauh perbedaanya, mesin lebih halus, gak gampang panas, tarikan atas lebih ngacir walaupun tarikan bawah jadi sedikit drop.

Review lengkap Oli Yamalube Sport vs Yamalube Super Sport baca disini Guys :
Review Oli YAMALUBE di Jupiter MX KING


Hampir setahun pemakaian setelah ganti oli YSS, semua baik-baik saja. Hanya ganti Filter Oli dan dab Filter Udara dan Servis Ringan sebanyak 2 kali. Saat menginjak usia satu setengah tahun (Odoometer 15.000 km) ban motor gampang kempes, pas dicek ternyata bagian samping ban terlihat retak-retak dan beberapa bagian seal tubeless terlihat longgar. Akhirnya ane ganti ban depan duluan karena kendala dana dan ban depan juga sudah botak. Seminggu kemudian ane ganti ban belakang karena ban-nya udah gak nempel sama velg. Merek ban dari pabrikan pakai Dunlop(hanya ada di MX150 keluaran pertama, seterusnya ban pabrikan pake IRC) terus ane ganti pakai Zeneos karena banyak direkomendasi sama pecinta Byson.

Untuk Perbandingan antara ban Dunlop vs Zeneos bisa agan baca disini :
Review Ban Dunlop vs Zeneos with MX King

Dua Bulan setelah ganti ban, Steering terasa gak nyaman dan anehnya spion suka berubah posisi kalo lewat jalan gak rata. Akhirnya bawa ke bengkel resmi, ternyata komstrinya oblak. Terus ane ditanya "Motor pernah jatuh ?", ane jawab "iya waktu km 3000an". Waktu itu ane jatuh karena rem mendadak saat hujan. Untung selamat dan motor cuma lecet body. Biaya yang harus dikeluarkan buat perbaikan komstir 300rb (tahun 2016) ditambah servis ringan, ganti filter dan jasa 160rb, jadi total 460rb.

Beberapa bulan kemudian ane bawa ke bengkel lagi, niatnya cuma servis ringan doang. Kata abang mekaniknya kopling-nya oblak. Ane baru kalo bunyi mesinnya "tak tak tak" pas lagi diam terus kopling ditarik bunyinya hilang itu ciri kopling oblak. Pas bongkar mesin, koplingnya kebakar(plat kopling berwarna pelangi) terus kampas kopling bener2 habis. Waduh biaya membengkak nih. Ganti rumah kopling 400rb, belum plat kopling, kampas kopling, ganti oli sama jasa. Untung c abang mekanik kasih solusi, pantek rumah kopling buat ganti karet kopling sama karetnya 200rb. Emang lama nunggu panteknya 2 jam plus servis satu jam. Total biaya yang dikeluarkan 500rb, mahal emang karena termasuk servis berat tapi masih murah dibanding servis ringan lengkap Honda Scoopy 450rb. Pastinya orang jaman now lebih pilih matic daripada gigi apalagi kopling karena mudah dan nyaman. Tapi dari segi biaya perawatan dan servis matic tuh lebih mahal, apalagi matic keluaran 2019 banyak banget sensor2 yang menempel disetiap sudut motor dimana kalo motor jatuh harus langsung dibawa kebengkel supaya sensor minimal segera dikalibrasi ulang. Karena jika tidak langsung ditangani bisa mempengaruhi sistem dan komponen lain pada motor. Terus gak tau kenapa rem belakang matic tuh gak pakem dibanding motor gigi. Akibatnya jadi lebih sering main rem depan, dan rem depan itu posisinya di-steer kanan barengan sama gas, ya otomatis tangan kanan gampang pegel. Itu jadi alasan ane pilih motor gigi daripada matic.

Tahun kedua motor ane bawa ke Kawah Ratu Gunung Salak. Gile jalannya Off Road bener, sepanjang menuju kawah ratu jalan berbatu terjal. Beberapa kali kolong motor nggesrek batu-batu kali. Ane akui nih motor termasuk ceper karen Ground Clereance 135mm, jadi kudu Effort kalo lewat jalan gak rata apalagi Off Road. Ditambah mono shock belakang nih motor empuk banget, jadi makin ceper kalo buat boncengan. Beberapa waktu setelah dari kawah ratu, ane bawa bengkel buat servis ringan sama ganti tutup oli (yang buat keluarin oli bekas karena jadi getas gegara Off Road kawah ratu. Pas servis ane ditawarin suntik injeksi, harga 70rb blm sama jasa, ya udah sekalian aja. Jadi ternyata setiap 15rb kilometer harus disuntik injeksi biar gak mampet tuh saluran injeksi. Dua setengah tahun umur pemakaian, ane kembali ke Bengkel Resmi. Ditanya udah pernah bersihin Throttle Body, ane bilang belum. Ada duit ya udah bersihin sekalian servis ringan. Setelah bersihin Throttle Body tarikan berasa kembali seperti awal, terus bensin juga jadi irit. Ngomongin bensin, ini motor termasuk irit, ane coba beberapa kali pake metode Full to Full, didapat angka 42 Km/L. Kata temen2 ane ini lebih irit daripada Vario 125 keluaran 2015, 2016, mantap lah pilihanku. Ini bisa jadi juga karena cara mengemudi yang gak asal-asalan. Tips nih dari ane pribadi, kalo ganti gigi jangan nyentak2 koplingnya kaya pembalap, ganti gigi pada rpm yang sesuai :

Gigi 1 - 2 : ± 4000rpm
Gigi 2 - 3 : ± 5000rpm
Gigi 3 - 4 : ± 6000rpm
Gigi 4 - 5 : ± 8500rpm


Buat yang gaya ridenya sok-sok racing hati-hati, temen ane ganti gigi di RPM 9000, akibatnya Odometer baru 15rb, GearBox harus ganti satu set seharga 600rb(tahun 2018) blm sama biaya lainnya. Motornya CBR150 Gen-5 keluaran 2018. Gak tau kalo di Yamaha bakalan bernasib sama atau dengan Odometer yang lebih tinggi kalo diperlakukan kaya gitu.

Tiga tahun pemakaian, ini motor paling enak kalo pas hujan, tarikannya enteng banget, mesin jadi halus banget. Cuaca panas juga masih enak selama oli-nya YSS(atau yang sepantaran dan lebih tinggi) cuma tarikan jadi rada lemot diputaran menengah ke atas kalo mesin udah kepanasan. Inilah kekurangan teknologi DiaSil Silinder, jika mesin terlalu panas tarikan jadi lemot (namun tingkat kelemotan tereduksi seiring pertambahan jumlah silinder mesin). Beda dengan teknologi Cylinder Liner (Boring) Baja punya Honda, biarun termasuk teknologi jadul tetapi dengan teknologi ini karakter motor Honda jadi agak mirip mesin diesel "makin panas makin enak". Pengalaman ini banyak diutarakan oleh pengguna yang biasa pakai Motor Kopling Honda lalu beralih ke Kopling Yamaha. Ditahun ketiga rem belakang terasa nggak maksimal pengeremaanya terus kaloudah diinjek lambat banget pedal rem kembali ke posisi semula. Ane bawa ke bengkel biasa, katanya bagian dalam Master Rem karatan. Master Rem lalu dibongkar, dibersihin sama ganti minyak rem. Dua bulan berjalan, lagi2 rem belakang bermasalah. Kali ini terasa kalo per Master Rem nggak ngeper. Ane bawa ke Bengkel Resmi, katanya per Master Rem harus diganti. Per-nya 60rb, lumayan mahal tapi lebih mahal kalo harus ganti Master Rem.

Tahun ke-4, Shock belakang mulai terasa gak enak, terlau empuk dan terlalu mentul2. Jok motor terasa mulai gak empuk. Mau ganti monoshock blm ada biaya. Mono Shock Standar pabrikan 500rb(tahun 2019), sementara Aftermarket paling murah 600rb. Susah juga ngumpulin uang lebih dari 500rb. Kopling lagi-lagi oblak tapi untung nggak sampe kebakar plat-nya, sama sekalian ganti kampas kopling. Tahun ke-4 ane lagi banyak kerjaan dan harus menempuh jarak cukup jauh PP 120 km setiap hari, udah gitu bawa motornya ngebut. Gara2 itu 8 bulan setelah perbaikan kopling, kampas kopling harus ganti karena udah tipis. Kampas kopling yang sudah tipis salah satunya ditandai dengan tarikan tuas kopling yang lebih dalam dari kondisi normal saat oper gigi. Ane bawa nih liburan ke puncak bareng temen2, kinerja mesin betul-betul mantap rasanya. Bisa dibilang benar-benar maksimal. Udara puncak yang sejuk jadi faktor pendukung karena pendinginan mesin yang baik dibanding kalau dipakai didaerah bercuaca panas. Seandainya Ground Clereance MX King lebih tinggi lagi, ya seenggaknya 150mm (normalnya MX 135mm) pastinya enak buat dipakai harian terutama wilayah kaya puncak yang jalannya sebagian Off Road.

Itu dia Guys Review Saya tentang MX King selama 4 tahun. Kalian punya komentar berbeda tentang MX 150 / MX King setelah sekian tahun pemakaian ?? MONGGO COMMENT-Nya.....

Senin, 12 Maret 2018

Review Ban Dunlop vs Zeneos with MX King

Hallo....

Udah lama nggak nge-blog lagi. Kali ini saya akan mereview performa ban motor dunlop dan zeneos.
Review kali ini mungkin akan berbeda dengan blog-blog lain. Penasaran seprti apa ? Yuk langsung aja.

Dunlop :
Depan     =   70/80 – 17 M/C 58P Type D102 TL
Belakang = 120/70 – 17 M/C 58P Type D102 TL ( http://www.dunlop.co.id// )

Zeneos :
Depan     =    70/90 – 17 M/C 38P Type ZN77 ( Info : http://www.zeneos-zn77.com/ )
Belakang = 120/80 – 17 M/C 58S Type ZN62 ( Info : http://www.zeneos-zn62.com/ )



DUNLOP 70/80 – 17 M/C 58P Type D102 TL

A.    Depan Belakang Dunlop
Percaya atau tidak, MX King keluaran pertama pake Ban Dunlop langsung dari pabrikannya. Biasanya Yamaha itu pakenya IRC. Sepertinya ini strategi marketing agar MX King laku, dan setahun setelah pake MX-King, 2017 menjadi titik awal pertumbuhan penjualan MX King.
Dari 0 – 17.000 km, Akselerasi yang diberikan Dunlop tak pernah pudar. Bayangin aja dengan oli Yamalube Super Sport (Oli Standar Pabrikan Yamalube Sport), Akselerasi dari 60 – 90 km/jam, memuaskan. Manuver yang dirasa pun memuaskan. Namun semua berubah ketika hujan, ban menjadi licin, sehingga kecepatan pun maksimal 70 km/jam dengan rata-rata 60km/jam di jalan yang lebar dan tak terlau ramai. Pernah suatu ketika melewati jalan raya aspal yang lebarnya cuma selebar jalan perumnas, motor jatuh ke kanan dengan kecepatan 30 km/jam karena rem mendadak. Sepertinya memang benar jika yang lain berkata Dunlop itu licin. Setelah menempuh jarak 10.000 km, handling kurang nyaman sehingga perlu tenaga ekstra untuk handling yang berakibat cepat lelah. Setelah 15.000 km, efek licin hilang begitu saja dimana ban depan mulai botak dan ban belakang terasa mulai rapuh ketika dipegang tangan. Untuk daya pengereman, bisa dibilang kurang tapi masih bisa ditoleransi. Dengan daya pengereman yang kurang ini mengharuskan rider mengeluarkan effort extra terutama saat rem mendadak. Kecepatan menurun perlahahn saat melewati tanjakan yang cukup panjang padahal handle gas stabil. Di 16.900 km alur tengah ban depan hilang dengan kondisi retak rambut di bagian Tread ban, akhirnya ban depan diganti dengan Zeneos. Sementara itu ban belakang masih Dunlop.
DUNLOP 120/70 – 17 M/C 58P Type D102 TL

B.    Depan Zeneos, Belakang Dunlop
Setelah ganti ban depan, handling terasa nyaman kembali bahkan cenderung lebih nyaman daripada dengan ban depan Dunlop. Akselerasi masih sama, ngacir rek. Daya pengereman untuk ban belakang masih sama, sementara ban depan mengalami peningkatan sehingga cukup mengurang effort saat pengereman. Kecepatan menurun perlahan saat melewati tanjakan padahal handle gas stabil (sepertinya ini karena ban belakang Dunlop dan dari sini juga ketahuan seperi apa karakter Dunlop). Beberapa waktu saya baru sadar kalau ternyata Zeneos ZN77 lebih tinggi dari ban Dunlop dimana Zeneos 70/90 sementara Dunlop 70/80. Hal ini terasa saat melewati polisi tidur dimana biasanya bagian bawah bergesekan dengan polisi tidur. Tapi terpaksa tidak dapat ngebut lagi semenjak motor kena lubang yang dalam sewaktu melaju dikecepatan cukup tinggi sehingga ban mengalami kerusakan dimana bagian samping ban retak , daya rekat ban pada velg turun plus kondisi Tread ban bagian kanan sudah retak-retak. Akhirnya di 17.120 km ganti ban belakang dengan merek Zeneos tapi beda tipe.


 ZENEOS 70/90 – 17 M/C 38P Type ZN77

C.    Depan Belakang Zeneos
Dengan format ban demikian, akselerasi di lintasan kering terasa turun drastis. Dari kecepatan 0 – 70 km/jam akselerasi sama seperti format Depan Belakang Dunlop, namun untuk mencapai kecepatang 80 km/jam saja sulit. Secara keselurahan, performa motor terasa seperti naik motor Revo keluaran pertama dengan ban standar pabrikan (Federal Type F137; Depan = 70/90-17 M/C 38P, Belakang = 80/90-17 M/C 44P) milik Bokap saat dilintasan kering. Otomatis gaya tarik tuas gas jadi kaya naik Revo tapi dengan tenaga besar (tenaga 150cc) dan manuver tetap ala motor sport. Karena gaya tarik tuas gas kaya naik Revo, bensin jadi lebih irit. Tapi sangat mengejutkan ketika lintasan basah alias hujan, akselerasi berasa kaya Dunlop dilintasan kering, tanpa efek licin sama sekali dan ban terasa nempel banget sama aspal. Awesome !
ZENEOS 120/80 – 17 M/C 58S Type ZN62

Daya pengereman meningkat (kalau dipresentasikan naik 40% dibanding format Depan Belakang Dunlop) sehingga mengurangi effort pengereman yang berimbas berkurangnya tingkat kelelahan saat berkendara. Kecepatan stabil saat melewati tanjakan yang cukup panjang dengan handle gas stabil. Setelah ganti ban belakang saya baru mengerti, ternyata penyebab pantat gampang pegal saat berkendara jauh (lebih dari 15 km) adalah ban belakang sudah berkurang daya peredam guncangannya. Tadinya mau ganti Busa Jok Motor, namun akhirnya batal. Lumayan besar biayanya kalau harus ganti Busa Jok Motor. Dari pengalaman ini, kalau pantat terasa gampang pegal saat menempuh jarak jauh, sebaiknya segera siapkan biaya untuk ganti ban motor terutama bagian belakang walaupun ban motor masih terlihat layak pakai. Tentunya dengan menyiapkan biaya penggantian ban dari jauh hari, ketika sudah waktunya ganti tidak perlu pusing lagi bahkan bisa beli ban dengan kualitas premium seperti Michelin bahkan Battlax. Urusan dengan polisi tidur, saat sendiri motor sama sekali tidak bergesekan dengan polisi tidur. Sementara saat boncengan masih bergesekan dengan polisi tidur terutama bagian Standar Utama (Main Stand).




[Review Depan Belakang Zeneos masih berlanjut, jadi tunggu update selanjutnya].

Kesimpulan :
a.    Dunlop
     -   Akselerasi
        Kering = 8.5
        Hujan  = 8.5   (Safety First. Tidak direkomendasikan ngebut saat lintasan basah).

     -   Daya Pengereman
        Kering = 6
        Hujan  = 5

     -   Daya Cengkram (Grip)
        Kering = 8.5
        Hujan  = 6

     -   Daya Redam Guncangan
        Kering = 7
        Hujan  = 7

     -   Durability (Ketahanan)
        Nilai = 9

     -   Handling
        Kering = 7
        Hujan  = 6

     -   Manuver
        Kering = 9
        Hujan  = 7

b.      Zeneos
      -   Akselerasi
         Kering = 6
         Hujan  = 8.5

      -  Daya Pengereman
         Kering = 8
         Hujan  = 7.5

      -   Daya Cengkram (Grip)
         Kering = 8.5
         Hujan  = 8

      -   Daya Redam Guncangan
         Kering = 8
         Hujan  = 8

      -   Durability (Ketahanan)
         Nilai = 9.5

      -   Handling
         Kering = 8
         Hujan  = 8

      -   Manuver
         Kering = 7.5
         Hujan  = 8

Dari penjelasan di atas, terlihat jelas performa Dunlop dan Zeneos. Mix n’ Match di atas terjadi tanpa terpikirkan oleh penulis sebelumnya. Tapi dari Mix n’ Match tersebut, saya rasa ini bisa jadi masukkan juga buat agan sekalian yang ingin performa maksimal tanpa harus merogoh kocek dalam dengan membeli ban premium. Ke depan saya akan mencoba ban premium seperti Michelin, Pirelli dan Battlax bila memungkinkan. Mohon Doa Restu dari agan sekalian. Terima Kasih.


Baca Juga :
Review Oli YAMALUBE di Jupiter MX KING

Rabu, 30 November 2016

Review Oli YAMALUBE di Jupiter MX KING

Banyak yang sudah me-review Oli di Yamaha VIXION di blog dan wordpress tapi saya merasa kurang puas karena dirasa kurang lengkap. Kali saya akan me-review Oli Yamalube di motor saya sendiri dan kebetulan belum ada yang me-review Perfoma Oli di MX KING walaupun secara teknis, mesin MX KING dengan VIXION 97% mirip.
      1.       YAMALUBE SPORT

a.       ASLI
0 – 60km Performa Oli belum terasa signifikan karena getaran mesin masih terasa besar pada titik tertentu tapi kipas radiator tidak mudah(sebentar-bentar) menyala saat macet.
60 – 900km :  getaran mesin sudah terasa normal tapi terasa agak besar saat berada pada kecepatan 60 – 70km/jam, namun berkurang setelah melewati kecepatan tersebut. Perpindahan gigi terasa normal tapi terasa agak nyangkut (saya gak tau istilah teknisnya) pas mau pindah dari gigi – 2 ke gigi – 1 terutama saat kondisi macet padahal kopling sudah ditarik full. Saat macet kipas radiator suka menyala dan menyala selama sekitar 3 menit. Angin dari kipas radiator terasa hangat dikaki bila memakai kaos kaki dan sepatu dan terasa membakar kaki saat cuma pakai sendal. Yang nyebelin setiap sampai rumah teutama setelah habis kena macet, kipas radiator sering menyala selama 5 menit. Mumpung oli berada pada kondisi maksimal, saya coba geber sampai kecepatan maksimal. Dan diperoleh kecepatan yang bisa saya capai adalah 106km/jam dengan akselerasi dari 85km/jam ke 100km/jam = 5 detik.
900 – 1200km : perpindahan gigi kadang suka nyangkut di setiap perpindahan gigi dan paling terasa saat perpindahan dari 2 ke 1 di kondisi macet, jadi harus agak dipaksa. Konsumsi bensin agak boros, kalau normalnya(dari pengukuran yang saya lakukan) 43km/L, sekarang jadi 40km/L.
>1200km : lewat sedikit dari 1200km, kipas radiator sangat sering menyala saat macet dan angin kipas radiator terasa panas dikaki, padahal pakai sepatu (kaos kaki juga lah, hehehe), apalagi kalo cuma pakai sendal. Getaran mesin terasa besar terutama saat mesin minta pindah gigi, saat kecepatan diatas 70km/jam dan paling besar saat kecepatan berada pada 60 – 70km/jam. Perpindahan gigi pun sudah terasa tidak nyaman.

b.      PALSU
Nah ini Oli saya dapat saat saya beli oli di bengkel pinggir jalan. Setelah pemakaian 60km lebih, perbedaanya mulai terasa. Getaran mesin terasa lebih besar saat mesin minta pindah gigi dibanding YAMALUBE SPORT asli. Kecepatan Maksimal yang bisa saya capai Cuma 100km/jam (pengukuran kecepatan maksimal ini saya dilakukan dijalan Jakarta, jadi gak bisa sampai 131km/jam seperti yang diberita karena banyaknya rintangan dan panjang lintasan yang terbatas) dengan akselerasi yang sama(85km/jam ke 100km/jam = 5 detik). Pada jarak tempuh 800 – 999km, reviewnya sama seperti 900 – 1200km diatas. Begitu masuk 1000km, mesin berasa gak enak parah, getaran mesin terasa besar sekali ditelapak kaki bahkan sampai terasa dipaha getaran mesinnya. SARAN SAYA MENDING BELI OLI DI DEALER RESMI KALAU MAU AMAN, TAPI JUJUR GANTI OLI DI DEALER RESMI KADANG PELAYANANNYA KURANG RAMAH KALO CUMA GANTI OLI DOANG, SEENGAKNYA SERVICE RUTIN xxxxKM BARU DILAYANI DENGAN RAMAH. Makannya saya ganti oli sendiri dirumah.

Kesimpulannya Oli ini cocok buat pemakaian harian dengan catatan karakter si pengendara yang gak suka kebut – kebutan dan kondisi lalu lintas yang tidak menghadapi macet setiap harinya. So, ini oli gak cocok buat pemakaian di daerah macet kaya Jakarta dan kota lainnya yang bernasib sama.

      2.   YAMALUBE SUPERSPORT

Menurut yang tertera di botol, oli ini bisa dipakai sampai 5000km/jam. Tapi saya baca beberapa review-nya di VIXION, Cuma sampai 2200 – 2300km. Tapi setelah dipikir – pikir, masuk akal kalo oli ini sama Yamaha di rekomendasikan buat R25 dan MT–25 dengan kapasitas oli mesin 2,4 Liter dengan kapasitas penggantian oli Non-FO(tanpa penggantian Filter Oli) 1,9L. Sedangkan kapasitas penggantian oli Non-FO di VIXION dan MX KING Cuma 0,9L. So, bisa dibilang 1 Liter Oli YAMALUBE SUPERSPORT Cuma bisa dipakai untuk jarak tempuh maksimal 2500km. Jadi klaim 5000km jelas diperuntukkan buat Yamaha 250cc.

0 – 60km : begitu ganti oli langsung berasa bedanya. Pegantian gigi terasa sangat halus bahkan terkesan “Licin”. Engine Brake langsung berkurang drastis, serem euy rasanya. Getaran mesin berasa lebih halus dibanding dengan Yamalube Sport. Tidak ada peningkatan akselerasi.

60 – 1000km : pergantian gigi terasa halus dan nggak nyangkut sama sekali bahkan saat perpindahan gigi 2 ke 1 dikondisi macet. Getaran mesin terasa halus dan sedikit membesar saat kecepatan diatas 60km/jam tapi saya rasa wajar dan pembengkakan getaran mesin pada saat kecepatan60 – 70km/jam hilang. Saat macet kipas radiator jarang menyala. Kalaupun menyala angin radiator tidak terasa dikaki sama sekali bahkan saat pakai sendal, wow!. Kipas radiator kadang masih suka menyala saat sampai rumah itupun Cuma satu menit dan pas saya coba taruh tangan saya di lubang aliran udara, udara dari kipas radiator terasa hangat. Lalu saya coba geber sampai kecepatan maksimal dan diperoleh kecepatan maksimal 110km/jam yang diperoleh dengan akselerasi 4 detik dari 85km/jam sampai 110km/jam, jelas terasa banget perbedaaanya bila dibandingkan dengan YAMALUBE SPORT yang butuh 5 detik dari 85km/jam sampai 100km/jam.

1000km – 1800km : Getaran mesin mulai agak membesar terutama saat kecepatan 60 - 70km/jam. Mesin mulai terasa lebih panas dari biasanya. Tapi keseluruhan masih nyaman untuk berkendara.

1800 - 2000km : Perlahan tapi pasti panas mesin semakin meningkat. Pas 1900km, setiap habis melewati jalan macet kipas radiator menyala dan angin dari kipas radiator terasa hangat kalau pakai sepatu dan terasa panas kalau pakai sendal. Begitu masuk 2000km, getaran mesin terasa besar saat diputaran bawah, pergantian gigi terasa nyangkut bahkan pada 3 dan 4.  Sebenarnya Oli YSS ini masih bisa terus dipakai sampai 2200km, tapi saya memutuskan melakukan pergantian Oli di 2070km karena takut nggak sempet ganti Oli.

Kesimpulan Oli ini cocok untuk pemakaian jarak jauh serta tergolong sangat nyaman (nilai 80) untuk pemakaian harian apalagi dengan kondisi jalan yang tiap hari macet. Performa yang disuguhkan pun terasa lumayan terutama untuk akselerasi dan kecepatan. Recommended lah ini buat yang ingin performa dan kenyamanan lebih tapi kantong tipis.

Ada sih Oli yang lebih bagus dari ini, yaitu MOTUL Ester 5100 10w - 40 seharga (kurang lebih) Rp 170rb dan yang paling top adalah MOTUL Ester 7100 10w - 40 seharga Rp 270rb (harga Maret 2017), tapi susah nyari-nya dan tidak selalu ready stock. Kalau di Jakarta saya tahu-nya ada di Toko Oli TODA.
Kalau ada rezeki, saya akan coba Oli MOTUL diatas....... (Edited pos : 10 Maret 2017)

Jumat, 24 Juli 2015

Serba Serbi Merek Handphone

Banyak artikel yang membahas tentang handphone. Tapi semuanya membahas tentang kelebihan dan kekurangan tipe handphone-nya, bukan mereknya. Disini saya akan membahas tentang merek2 handphone terutama yang pernah saya pakai.

1.  Nokia
Hmm. . . ini memang salah satu merek yang melegenda. Kualitasnya memang the best terutama buat tipe-tipe yang jadul. Handphone pertama saya adalah nokia 3310. Ini handphone bener-bener simple, praktis, dan panjang umur. Gimana gak panjang umur, beli tahun 2000, 2010 masih bias dipake. Awalnya ini handphone dipake sama bapak saya terus diwariskan ke saya. Biarpun jadul, tapi berkesan banget nih handphone buat saya. Yang paling saya senangi dari handphone ini adalah game-nya yaitu snakes sama space impact, gak bosen maininnya. Terus saya juga mecoba nokia N-Gage yang bentuknya kaya PSP dan memang nyaman banget buat main game. Cuma sayang ini handpohe cacat software sehingga  penjualannya jadi nggak bombastis di asia. Hal ini salah satunya karena rentan banget sama virus. Biarpun udah dikasih sama antivirus, tetep aja menangan virusnya. Tapi dari sini kemudian nokia belajar menyempurnakan Symbian sehingga keluarlah OS Symbian Anna. Nokia pertama yang kebagian Symbian Anna adalah Xpress 5800 yang cacat hardwarenya karena gampang pecah. Buat ane, nokia Symbian yang keren itu Xpress music sama nokia E.
Sekarang, nokia udah dibeli sama perusahaan windows dan berganti nama menjadi Microsoft. Saya udah coba dan buat saya, software windows phone kurang praktis saat digunakan. Ditambah lagi tidak adanya aplikasi pembersih cache, jadi kalau lemot, hanphone harus shutdown setengah jam biar normal lagi. Hmm. . . padahal laptop sama computer Windows OS dilengkapi Disk Defragment dan tersedianya aplikasi pembersih cache seperti CCleaner, tapi Windows Phone kok nggak. Terus handphonenya lebih juga gampang panas daripada Samsung. Semua penggemar nokia pastinya merindukan nokia yang berkualitas seperti dulu dengan inovasi2 terbarunya, kita lihat apakah nokia dengan OS Windows bisa menyaingi android kedepannya.
Kenapa nokia akhirnya kalah dengan merek lain ?
Menurut saya nokia bisa kalah dari android karena ovi storenya yang ribet dan tidak banyaknya pilihan aplikasi dari pihak ke-3. Mungkin dari sinilah kemudian android terinspirasi untuk menciptakan play store yang lebih simple untuk di akses ditambah system pembayarannya yang lebih mudah yaitu dengan google wallet. Tapi belakangan google wallet banyak mengalami masalah di Indonesia karena kurangnya koordinasi dengan bank dan diharuskannya memiliki kartu kredit jika ingin bisa menggunakan wallet dimana di indonesia tidak banyak orang  yang memeakai kartu kredit. Untungnya google tanggap dan kemudian bekerjasama dengan indosat dengan membentuk penagihan indosat. Saya belum pernah menggunakan google wallet ataupun penagihan indosat. Di masa yang akan datang, cepat atau lambat, produsen akan dituntut untuk menciptakan system pembayaran yang lebih praktis dan simple tetapi aman. Hal ini tentunya merupakan peluang buat produsen lain untuk bisa menyaingi android. Hal lain yang menyebabkan nokia jatuh bisa dibaca disini :

2.  Siemens
Tidak banyak generasi sekarang yang mengenal ini handphone. Saya beruntung karena sempat merasakan kehebatan siemens. Handphone ini termasuk panjang umur kaya nokia. Saya punya handphone siemens. Walaupun sudah tidak bisa menangkap sinyal, tetapi masih bisa buat main game sampai sekarang. Keren kan. Yang membuat siemens harus hengkang dari dunia handphone adalah karena kurang tanggapnya siemens pada perubahan ditambah lagi softwarenya yang ribet buat orang yang awan masalah software. Handphone sempat hits dikalangan anak muda (2004-2008) sewaktu ngeluarin tipe Ben-Q Siemens. Pasti banyak dari kalian yang pernah dengar Ben-Q Siemens. Tetapi setelah Ben-Q Siemens, Siemens tiba-tiba hilang dari dunia Handphone.

3.  Samsung
Siapa yang menyangka jika Samsung (dibaca semsang dalam bahasa korea) akan menjadi pemimpin pasar smartphone seperti sekarang. Dulu Samsung itu Cuma merek abal-abal. Tetapi semua berubah ketika Samsung mengeluarkan android ginger bread. Secara kualitas, Samsung tetep kalah dari nokia maupun sony. Saya pernah memiliki Samsung chat B5330. Sekali jatuh, performanya langsung turun alias jadi lebih lambat. Apalagi aplikasi bawaan dari pabriknya banyak banget. Jadi RAM sudah penuh duluan sebelum install aplikasi pihak ke-3, nyebelin banget. Selain itu tampilan Samsung juga mudah membosankan sehingga banyak orang suka ganti-ganti tema. Kelebihan Samsung ada pada baterainya yang awet (tidak mudah kembung) dan casingnya yang gak mudah kusam dan mengelupas seperti merek lain. Apa yang bikin Samsung mendunia ? ya, karena Samsung bisa melihat apamyang bakal trend di masa depan. Dulu sewaktu nokia booming dimana nokia N-73 menjadi yang paling ngehits, banyak orang terutama para wanita yang suka foto2. Samsung menyadari bahwa foto2 akan menjadi trend yang lebih booming lagi dimasa yang akan datang. Dan benar saja, sekarang booming banget dan trend ini disebut selfie. Gak Cuma cewek aja yang suka sefie, sekarang sebagian cowok juga suka. Coba aja bandingkan Samsung dengan sony yang harganya sama-sama 3 juta, dengan Samsung anda mendapatkan kamera belakang  8MP + kamera depan 5MP, sementara sony kamera belakang 8MP + kamera depan VGA. Jelas dengan trend selfie, Samsung pasti menang. Tapi kalau anda punya jiwa photographer, mendingan sony. Karena pengaturan kameranya lebih lengkap. Selain itu, Samsung secara software gampang dipakai, sama seperti nokia yang terdahulu. Kemudian yang membuat Samsung seperti sekarang adalah karena mengembangkan semboyan nokia ‘connecting people’.
Hal ini bisa dilihat dari iklan Samsung Galaxy S4, inti dari ikaln tersebut menurut saya adalah ‘connecting people and save every moment with samsung’. Tapi sampai kapan trend selfie berlanjut ?
Dan trend seperti apa yang ada dimasa yang akan datang ? Tentunya ini merupakan peluang buat merek lainnya untuk jadi sukses.

4. Sony
Untuk masalah kualitas, memang tidak perlu diragukan lagi. Tapi kenapa sony sekarang turun pamor ?
Pertama, karakter sony memang tidak menguntungkan untuk masa-masa sekarang dimana banyak orang yang menginginkan hanphone dengan spesifikasi yang sangat tinggi, harga murah, tanpa mempedulikan kualitas hardwarenya seperti tahan debu, tahan air, tidak mudah turun perform kalau handphone jatuh, dll. Bisa dibilang, orang sekarang senang gonta-ganti handphone. So, gak heran kalau sony kurang diminati karena sekarang dikenal sebagai handphone yang spesifikasi gak terlalu tinggi tetapi harga mahal. Padahal, sebenarnya sony menyajikan kemudahan yang tak ditemui pada merek lainnya. Seperti yang kita tahu kalau software android memiliki banyak aplikasi bawaan yang bikin RAM penuh. Tetapi sony menyajikan suatu kemudahan dimana sebagian aplikasi bawaan bisa dihapus dan yang tidak bisa dihapus bisa di nonaktifkan, jadi RAM gak kepenuhan dan kita jadi lebih leluasa menginstall aplikasi pihak ke-3.
Kedua, ujung tombak sony adalah entertainment. Tapi sekarang, entertainment lagi merosot. Secara kualitas, dunia entertainment sekarang lebih banyak menampilkan karya-karya yang cepet membosankan. Hal ini terjadi karena krisisnya ekonomi dunia dimana seniman tidak dapat berpikir dengan tenang untuk menghasilkan karya yang berkualitas karena himpitan ekonomi. Ditambah lagi pembajakan dan download gratis dimana-mana.
Ketiga, layanan purna jual dan service yang buruk dari sony di Indonesia, entah bagaimana di negara lain. Service layar retak saja butuh waktu 3 bulan bahkan lebih, jelas saja banyak yang akhirnya beralih ke merek lain. Tapi setelah cari kasak kusuknya, kayaknya semenjak sony membeli erricson, pelayanan servis sony di indonesia merosot, kalau diperhatikan dari keluhan para konsumen, kayaknya ada permainan (mafia) dalam sevice center sony Indonesia. Menurut saya, pangsa pasar sony di indonesia masih cukup besar tapi merosot tajam karena service-nya buruk sekali.



5.   Motorola
Tidak banyak yang saya tahu dari merek ini karena tidak beredarnya lagi produk ini di Indonesia.
Tapi dari berita yang saya tahu, sebelum nokia menjadi pemimpin pasar, Motorola lah pemimpinya. Dimasa itu, Motorola merupakan yang paling canggih. Tetapi nokia dengan semboyan ’connecting people’, telah membuatnya menjadi sukses walaupun kalah canggih dengan Motorola waktu itu.

6.  Handphone China
Secara kualitas, handphone ini jelek banget, bahakak lebih jelek dari Samsung. Tapi cina gak habis akal. Dengan membeli perusahaan ternama seperti salah satunya IBM, cina gak perlu harus mengeluarkan uang banyak untuk bisa menciptakan kualitas yang baik. Sekarang IBM sudah ganti nama menjadi LENOVO. Saya tak tahu bagaimana performa smartphone Lenovo. Tetapi dari teman-teman saya bilang, kualitasnya lumayan awet dan kalau dilihat spesifikasinya memang tinggi dibanding merek lain  dengan harga yang sama tetapi masih kurang komplit kalau buat saya.
Merek cina yang saya acungi jempol adalah nexian. Secara software memang kalah banget, tetapi termasuk awet, 3 tahun  pakai kondisi masih normal. Terus nggak menjiplak kaya cina-cina yang lain. Tapi secara marketing memang kalah dengan merek lain sehingga sekarang tidak terdengar lagi gaung-nya. Merek lain yang sekarang coba merambah pasar dunia adalah Xiaomi. Kata teman saya yang sudah mencoba. Dengan Xiaomi harga 4 juta, kita sudah bisa merasakan sensasi Samsung S5, wow. Tetapi itu wajar, karena masih mencari nama, harganya jadi murah. Kalau udah punya nama pasti mahal harganya. Kalau merek cina yang lain, saya gak tau.

7.   Blackberry
Apa sih yang membuatnya istimewa ?
BBM pastinya. Karena sebelum aplikasi chatting handphone lainnya booming, BBM lah yang pertama kali booming alias medunia. Tetapi sama seperti beberapa produsen lainnya, Blackberry kurang tanggap dengan perubahan trend. Ditambah lagi masalah keamanan BBM dan signal BBM yang sering bermasalah akhirnya membuat blackberry perlahan ditinggalkan.
Secara software dan hardware, BBM itu standar banget kalau menurut saya. Terus penyajiannya yang mirip Windows XP jelas membuat Blackberry terasa kuno.

Itu dulu pembahasan dari saya tentang handphone. Ditunggu pengalaman anda sekalian tentang handphone.

http://farhandenigi2.blogspot.com/2013/07/smartphone-samsung-atau-sony.html

https://id-id.facebook.com/ICopaser/posts/465238630205347

Senin, 22 Juni 2015

Soekarno dan Soeharto

Presiden Soekarno,

Adalah bapak proklamator, seorang orator ulung yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang sangat populis, bertempramen meledak-ledak, tidak jarang lembut dan menyukai keindahan.

Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno berorientasi pada moral dan etika ideologi yang mendasari negara atau partai, sehingga sangat konsisten dan sangat fanatik, cocok diterapkan pada era tersebut. Sifat kepemimpinan yang juga menonjol dan Ir. Soekarno adalah percaya diri yang kuat, penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru. Sehingga pada puncak kepemimpinannya, pernah menjadi panutan dan sumber inspirasi pergerakan kemerdekaan dari bangsa-bangsa Asia dan Afrika serta pergerakan melepas ketergantungan dari negara-negara Barat (Amerika dan Eropa).

Ir. Soekarno adalah pemimpin yang kharismatik, memiliki semangat pantang menyerah dan rela berkorban demi persatuan dan kesatuan serta kemerdekaan bangsanya. Namun berdasarkan perjalanan sejarah kepemimpinannya, ciri kepemimpinan yang demikian ternyata mengarah pada figur sentral dan kultus individu. Menjelang akhir kepemimpinannya terjadi tindakan politik yang sangat bertentangan dengan UUD 1945, yaitu mengangkat Ketua MPR (S) juga.


Soekarno sewaktu menjadi mahasiswa

Soekarno termasuk sebagai tokoh nasionalis dan anti-kolonialisme yang pertama, baik di dalam negeri maupun untuk lingkup Asia, meliputi negeri-negeri seperti India, Cina, Vietnam, dan lain-lainnya. Tokoh-tokoh nasionalis anti-kolonialisme seperti inilah pencipta Asia pasca-kolonial. Dalam perjuangannya, mereka harus memiliki visi kemasyarakatan dan visi tentang negara merdeka. Ini khususnya ada dalam dasawarsa 1920-an dan 1930-an pada masa kolonialisme kelihatan kokoh secara alamiah dan legal di dunia. Prinsip politik mempersatukan elite gaya Soekarno adalah "alle leden van de familie aan een eet-tafel" (semua anggota keluarga duduk bersama di satu meja makan). Dia memperhatikan asal-usul daerah, suku, golongan, dan juga partai.

Presiden Soeharto,

Diawali dengan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966 kepada Letnan Jenderal Soeharto, maka Era Orde Lama berakhir diganti dengan pemerintahan Era Orde Baru. Pada awalnya sifat-sifat kepemimpinan yang baik dan menonjol dari Presiden Soeharto adalah kesederhanaan, keberanian dan kemampuan dalam mengambil inisiatif dan keputusan, tahan menderita dengan kualitas mental yang sanggup menghadapi bahaya serta konsisten dengan segala keputusan yang ditetapkan.
Soeharto muda bersama Soekarno 1966

Gaya Kepemimpinan Presiden Soeharto merupakan gabungan dari gaya kepemimpinan Proaktif-Ekstraktif dengan Adaptif-Antisipatif, yaitu gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai sesuatu yang berdampak positif serta mempunyal visi yang jauh ke depan dan sadar akan perlunya langkah-langkah penyesuaian.

Tahun-tahun pemerintahan Suharto diwarnai dengan praktik otoritarian di mana tentara memiliki peran dominan di dalamnya. Kebijakan dwifungsi ABRI memberikan kesempatan kepada militer untuk berperan dalam bidang politik di samping perannya sebagai alat pertahanan negara. Demokrasi telah ditindas selama hampir lebih dari 30 tahun dengan mengatasnamakan kepentingan keamanan dalam negeri dengan cara pembatasan jumlah partai politik, penerapan sensor dan penahanan lawan-lawan politik. Sejumlah besar kursi pada dua lembaga perwakilan rakyat di Indonesia diberikan kepada militer, dan semua tentara serta pegawai negeri hanya dapat memberikan suara kepada satu partai penguasa Golkar

Bila melihat dari penjelasan singkat di atas maka jelas sekali terlihat bahwa mantan Presiden Soeharto memiliki gaya kepemimpinan yang otoriter, dominan, dan sentralistis.
Soekarno mempunyai kelebihan yaitu memiliki perencanaan yang sangat matang dalam memajukan industri indonesia dengan jalan swadaya. Beliau juga memiliki kekuatan untuk melepaskan indonesia dari tangan asing secara diplomasi. Sedangkan Soeharto memiliki kekuatan yang kuat dalam keamanan dan disiplin serta wibawa yang membuat orang segan kepadanya. Menurut saya, indonesia yang sekarang memerlukan pemimpin-pemimpin yang memiliki perpaduan karakter antara Soekarno dan Soerharto. Kenapa ? Karena orang Indonesia sekarang butuh pemimpin yang bisa membuat bangsa ini lepas dari ketergantungan asing tetapi juga mampu membuat kondisi nasional kondusif. Saya tidak akan membahas lebih lanjut, karena tidak ingin terkesan politis.